JK Dicapreskan PKB,Golkar Doakan Semoga Sukses

"Kami menyambut gembira pencapresan JK oleh PKB. Ini membuktikan kader-kader Partai Golkar memang diminati banyak parpol sebagai calon pemimpin bangsa. Semoga Pak JK sukses," kata Tantowi dalam pesan singkat, Kamis (30/1)".

TNI Usulkan Sukhoi (SU)-35 Jadi Pengganti F-5 Tiger

TNI mengusulkan pesawat tempur Sukhoi (SU)-35 menjadi generasi pengganti F-5 Tiger. Namun, perlu ada proses kajian lebih lanjut soal kecocokan dan risiko penggunaan teknologi canggih tersebut. Panglima TNI Jendral TNI Moeldoko mengatakan, generasi SU-35 memang menjadi tipe pilihan pengganti pesawat lama. Namun sejumlah prosedur teknis memang harus dilalui. TNI sudah menerima hasil kajian AU, tinggal memproses pertimbangan kemenhan.

Misteri Asteroid Psyche, `Obyek Paling Aneh` di Tata Surya

Begitu banyak misteri dan hal aneh yang belum terungkap di alam semesta. Salah satunya terkait keberadaan asteroid raksasa yang terbentuk sepenuhnya dari logam di Tata Surya -- Galaksi Bimasakti. Psyche ditemukan oleh astronom asal Napoli, Italia, Annibale de Gasparis pada 17 Maret 1852. Namanya diambil dari tokoh mitologi Yunani, Psyche.

TNI Tak Menanggapi Singapura untuk Ganti Nama KRI Usman Harun

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyatakan tak terpengaruh oleh pernyataan keberatan dari Singapura terkait penamaan kapal perang terbaru KRI Usman Harun. Kapal jenis frigat buatan Inggris ini menimbulkan protes Singapura karena dinamai dengan nama dua mantan prajurit marinir yang meninggal di Singapura akibat hukuman mati yang dijatuhkan pemerintah setempat tahun 1965.

Penemuan Sekoci Pencari Suaka Perkeruh Hubungan Indonesia - Australia

Penemuan sejumlah perahu penyelamat (sekoci) berisi para imigran di beberapa wilayah di pantai selatan Pulau Jawa diklaim memperkeruh hubungan antara Indonesia dan Australia. Deputi Menkopolkam Bidang Koordinasi Komunikasi Informasi dan Aparatur, Marsekal Muda Agus Barnas, mengatakan penemuan sekoci berisi para pencari suaka ini "memperkeruh proses normalisasi hubungan dengan Australia," kata Agus kepada wartawan BBC Arti Ekawati, Kamis (06/02).

Sabtu, 08 Februari 2014

Misteri Ular Terbang



Peneliti di Virginia Tech di Amerika Serikat meneliti bagaimana 'flying snakes' ini mampu berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya.

Dilansir Koreatimes, Senin (3/2/2014), dalam studinya, peneliti menjelaskan bagaimana ular pohon ini terlihat seolah-olah bisa terbang. Reptil melata ini biasanya ditemukan di hutan hujan di Asia Tenggara.

Peneliti mengatakan, ular ini melompat dan terjun dari batang pohon ke batang pohon lainnya dengan gaya aerodinamika. Saat di udara, ular ini bisa meratakan tubuhnya, sehingga bentu tubuhnya menjadi lebih lebar.

Dengan meratakan tubuhnya, maka ular tersebut menghasilkan gaya aerodinamika yang memberikan kontribusi terhadap kemampuan melayang lebih jauh. 

Peneliti Jake Socha mengatakan, ular yang disebut 'Paradise tree snake' atau Chrysopelea paradisi ini bisa membantu developer robot untuk mengembangkan robot masa depan. 

Wikipedia menerangkan, ular berbisa tingkat ringan ini memiliki taring belakang dan membatasi mangsa mereka. Sebagian besar, Chrysopelea paradisi menerkam kadal dan kelelawar.

Penemuan Sekoci Pencari Suaka Perkeruh Hubungan Indonesia - Australia



Penemuan sejumlah perahu penyelamat (sekoci) berisi para imigran di beberapa wilayah di pantai selatan Pulau Jawa diklaim memperkeruh hubungan antara Indonesia dan Australia.

Deputi Menkopolkam Bidang Koordinasi Komunikasi Informasi dan Aparatur, Marsekal Muda Agus Barnas, mengatakan penemuan sekoci berisi para pencari suaka ini "memperkeruh proses normalisasi hubungan dengan Australia," kata Agus kepada wartawan BBC Arti Ekawati, Kamis (06/02).

Hubungan Indonesia-Australia terkait kerjasama militer dan penanggulangan manusia perahu dibekukan karena masalah penyadapan yang dilakukan Australia terhadap sejumlah petinggi Indonesia.

Seperti dilaporkan oleh Koran Tempo, TNI AL di wilayah operasional Pelabuhan Ratu, Jawa Barat, menemukan sebuah sekoci atau kapal kecil yang disinyalir mendarat pada 15 Januari lalu.

Sekoci dengan model tertutup ini diberitakan memiliki fasilitas seperti pendingin udara, pelampung serta pasokan makanan dan air.

Sekoci ini berisi para pencari suaka dengan negara tujuan Australia yang dibawa kembali masuk ke perairan Indonesia. Sejauh ini aparat setempat mengklaim sudah menemukan 11 sekoci berisi imigran yang terdampar disekitar lokasi.

Sebelumnya pemerintah Indonesia mengecam tindakan Australia dan meminta negara itu agar menghentikan tindakan  mengembalikan para pencari suaka ke wilayah perairan Indonesia

"Kita sudah minta berulang-ulang [untuk tidak mengembalikan para pencari suaka]. Kita di Indonesia pun punya masalah yang sama dengan Australia mengenai pencari suaka," kata Agus.

Namun, Agus mengatakan hingga kini belum ada komitmen dari Australia yang menjamin pengiriman pencari suaka ini tidak akan terulang lagi.

Australia juga menjadi pusat pemberitaan setelah dikabarkan membeli sejumlah perahu penyelamat yang diduga akan dipakai sebagai sarana mengembalikan para pencari suaka.

TNI Tak Menanggapi Singapura untuk Ganti Nama KRI Usman Harun



Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyatakan tak terpengaruh oleh pernyataan keberatan dari Singapura terkait penamaan kapal perang terbaru KRI Usman Harun.

Kapal jenis frigat buatan Inggris ini menimbulkan protes Singapura karena dinamai dengan nama dua mantan prajurit marinir yang meninggal di Singapura akibat hukuman mati yang dijatuhkan pemerintah setempat tahun 1965.

Menamai KRI dengan nama kedua marinir itu menurut Menteri Luar Negeri Singapura K. Shanmugam dalam pernyataan tertulisnya Rabu (05/02) malam, akan mengorek kembali luka lama warga Singapura, "terutama keluarga para korban".

Juru bicara TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul mengatakan tak soal ada keberatan itu ditujukan pada Indonesia, karena menilai ini sekedar beda persepsi antara dua negara.

"Ini kan soal persepsi saja, kami dan Singapura punya pandangan berbeda tentang nama dua tokoh yang kita anggap perlu diabadikan ini," kata Iskandar kepada Dewi Safitri dari BBC Indonesia.

Iskandar juga mengatakan masalah tak perlu dilanjutkan karena insiden semacam ini bukan baru pertama terjadi.

"Saya contohkan dalam kasus KRI Diponegoro atau KRI Hasanuddin dan lain-lain. Kita tahu mereka berperang dengan Belanda dulu.
"Dari sikap warga setempat yang bisa kami ajak bicara seperti mereka tak menganggap ini penting. Tidak terlalu tertarik yang penting buat mereka bekerja. Flat-flat saja"
"KRI-nya bahkan dibuat di Belanda. Diresmikan juga di Belanda, setelah selesai KRI Diponegoro, Hasanuddin dikirim kembali, diantar pejabat terkait setempat dari Belanda. Dan tidak menjadi masalah seperti sekarang ini.

"Mudah-mudahan kali ini pun tidak dianggap berpotensi menjadi masalah," tambah Iskandar.

Pemerintah Indonesia sedang sibuk terlibat dalam konfrontasi dengan negara tetangga ketika Marinir Osman Ali dan Harun Said ditangkap di Singapura tahun 1965.

Keduanya diadili dengan dakwaan tahu rencana serangan dan pemboman di Gedung MacDonald House di Orchard Road tanggal 10 Maret tahun yang sama, yang menewaskan tiga korban dan melukai puluhan orang lainnya.

Dua negara kemudian mengakui perseteruan akibat insiden ini ditutup saat PM Lee Kuan Yew menabur bunga di pusara kedua marinir tersebut di TMP Kalibata, pada tahun 1973 saat melawat ke Jakarta.

Namun sebagai bentuk keberatan setelah nama KRI Usman Harun ditetapkan, Menlu Shanmugan telah menghubungi Menlu Marty Natalegawa Rabu malam untuk menyampaikan keberatan secara langsung.

Menurut awak Atase Pertahanan di KBRI Singapura, Yudo Herdyanto, kasus ini lebih ramai di media ketimbang di tengah publik setempat.

Masyarakat Singapura menurut temuannya tak banyak mempersoalkan insiden penamaan kapal ini.
"Dari sikap warga setempat yang bisa kami ajak bicara seperti mereka tak menganggap ini penting. Tidak terlalu tertarik yang penting buat mereka bekerja. Flat-flat saja," kata Yudo melalui sambungan telepon internasional. 

Belum ada pernyataan resmi dari Kementrian Luar Negeri RI terkait sikap Singapura ini.
Menlu Marty Natalegawa pekan depan direncanakan akan menjadi tuan rumah dari kunjungan menlu Singapura di Jakarta.


Minggu, 02 Februari 2014

Misteri Asteroid Psyche, `Obyek Paling Aneh` di Tata Surya




Begitu banyak misteri dan hal aneh yang belum terungkap di alam semesta. Salah satunya terkait keberadaan asteroid raksasa yang terbentuk sepenuhnya dari logam di Tata Surya -- Galaksi Bimasakti. 

Psyche ditemukan oleh astronom asal Napoli, Italia, Annibale de Gasparis pada 17 Maret 1852. Namanya diambil dari tokoh mitologi Yunani, Psyche.

Kini, sekelompok ilmuwan sedang merancang sebuah misi untuk mengungkap asteroid yang diduga merupakan inti besi protoplanet yang babak belur dan ditelanjangi akibat peristiwa tabrakan dahsyat dengan benda langit lain. Misi tersebut juga akan memberi wawasan tentang proses formasi planet dan masa-masa awal keberadaan meraka di Tata Surya. 

Dengan kata lain, manusia Bumi akan segera menyaksikan salah satu 'obyek paling' aneh di luar angkasa itu secara lebih dekat. 

"Ini adalah dunia yang terbentuk dari logam pertama yang akan disaksikan manusia," kata anggota tim Lindy Elkins-Tanton, Direktur Department of Terrestrial Magnetism Carnegie Institution for Science, dikutip dari SPACE.com, 16 Januari 2014. "Ini adalah kesempatan menguji sejumlah hal fundamental ilmiah yang belum pernah dilakukan sebelumnya." 

Inti Protoplanet?

Asteroid Psyche yang memiliki lebar 250 kilometer terletak di sabuk utama asteroid, antara Mars dan Yupiter, sebagian besar terdiri dari besi. Para ilmuwan menduga, obyek tersebut adalah inti dari protoplanet yang nyaris telanjang, yang dulunya berada tersembunyi oleh lapisan batu super-tebal -- yang hancur lebur akibat tabrakan dengan benda langit lain. 

Psyche punya arti penting, menawarkan kesempatan untuk mempelajari lebih banyak tentang bagian dalam planet atau satelit yang besar -- yang intinya tersembunyi di bawah lapisan batu yang tebalnya beberapa kilometer. 

"Ini adalah satu-satunya obyek mirip inti yang kita ketahui ada di Tata Surya," tambah Elkins-Tanton.
Misi robotik yang akan dikirim mendekat ke Psyche akan membantu para astronom mengukur dunia logam itu -- sebuah obyek di Tata Surya yang baru sedikit diketahui oleh ilmuwan. 

"Kita sudah tahu tentang obyek-obyek berbatu dan beku, tapi bagaimana dengan yang terbentuk dari logam. Seperti apa bentuk permukaan dunia dari logam?," kata Elkins-Tanton. 

Misi 2015

Dalam rancangan misi, satelit akan mengorbit ke asteroid raksasa itu sekitar 6 bulan, mempelajari topografi, fitur permukaan, gravitasi, dan medan magnet. Juga sejumlah karakteristik lain. 

Data yang dikumpulkan satelit akan memberi gambaran bagaimana planet-planet datang dan terbentuk bersamaan di masa beberapa juta tahun pertama sejarah Tata Surya. Juga akan memberi para ilmuwan pemahaman tentang bagian dalam planet terestrial -- misalnya Bumi.

Penyusunan konsep telah dilakukan selama 1,5 tahun dan akan didaftarkan dalam misi Discovery-class NASA yang diharapkan terlaksana pada 2015. 

Misi Discovery adalah upaya menjelajah angkasa dengan biaya murah yang pada 2010 dianggarkan berbiaya US$ 425 juta atau Rp 5,15 triliun -- belum termasuk biaya peluncuran pesawat luar angkasa.
Jika terpilih, misi Psyche bisa dilaksanakan dengan cepat, karena tidak memerlukan pengembangan teknologi baru. Pesawat luar angkasa yang akan digunakan didasarkan pada satelit Dawn NASA -- yang saat ini berada dalam perjalanan menuju planet kerdil Ceres -- setelah melakukan misi 14 bulan ke obyek raksasa di sabut asteroid: protoplanet Vesta.