Gubernur DKI Jakarta
Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi berita di koran terkemuka Inggris
"The Independent" London, terbitan 27 Januari. Jokowi disamakan
dengan Wali Kota London Boris Johnson.
Berita berjudul "On the Road to Power - Meet Joko Widodo, Indonesia's very own Boris Johnson" ditulis koresponden The Independent James Ashton dari Jakarta. Berita itu menampilkan foto Jokowi sedang bersepeda menuju kantor gubernur.
Seperti halnya "Mayor of London" Boris Johnson yang juga selalu
bersepeda ke kantornya di pinggir Sungai Thames yang membelah kota
London, Jokowi juga telah mengeluarkan kebijaksanaan untuk para pegawai
DKI Jakarta agar menggunakan sepeda, khususnya pada hari Jumat dalam
upaya mengurangi kemacetan Jakarta yang dinilai semakin parah.
James Ashton menulis, Jokowi adalah gubernur Ibu Kota yang
mempersiapkan diri menaiki tangga politik berikutnya. James Ashton yang
bertemu banyak orang di Jakarta, percaya mantan Wali Kota Solo ini bisa
menjadi presiden berikutnya di Indonesia.
Dalam tulisannya itu, James menceritakan bagaimana kegiatan Jokowi,
suatu waktu, pada Jumat pagi. Dari rumah dinasnya, Jokowi mengayuh
sepeda menuju Balaikota DKI Jakarta. Wartawan dan beberapa warga Jakarta
setia mengikutinya.
Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta sejak 2012, yang mengayuh sepeda ke kantor dari rumahnya berusaha untuk melakukan sesuatu dengan membujuk lebih dari 10 juta penduduk kota dan membengkak menjadi 28 juta jika masyarakat pinggiran juga dihitung agar mereka tidak menggunakan mobil seperti dirinya, tulis James.
Tapi, karena dia adalah Joko Widodo atau Jokowi, maka perjalanan dengan menggunakan sepeda ke kantor telah menjadi acara tontotan bagi penduduk setempat dan wartawan yang mengikutinya sampai dia menghilang masuk ke dalam gedung putih.
Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta sejak 2012, yang mengayuh sepeda ke kantor dari rumahnya berusaha untuk melakukan sesuatu dengan membujuk lebih dari 10 juta penduduk kota dan membengkak menjadi 28 juta jika masyarakat pinggiran juga dihitung agar mereka tidak menggunakan mobil seperti dirinya, tulis James.
Tapi, karena dia adalah Joko Widodo atau Jokowi, maka perjalanan dengan menggunakan sepeda ke kantor telah menjadi acara tontotan bagi penduduk setempat dan wartawan yang mengikutinya sampai dia menghilang masuk ke dalam gedung putih.
James juga menyebut Jokowi tidak merasa keberatan menjadi pusat
perhatian. Sang pengusaha furnitur yang masuk ke gelanggang politik
sembilan tahun yang lalu itu mendapatkan reputasi sebagai "man of the
people" setelah melakukan "blusukan" ke lingkungan termiskin di kota dan
ke kantor-kantor pemerintah daerah.
Para pendukung berharap Jokowi akan menjadi calon presiden
Indonesia tahun ini dan berpendapat bahwa ini adalah kesempatan terbaik
negara itu untuk menanggulangi masalah endemik korupsi dan kemiskinan.
James menyamakan Jokowi dengan Boris Johnson. Disebutkannya, Boris
mencoba untuk membangun kemuliaan Olimpiade London dengan proyek-proyek
konstruksi baru dan masuknya investor internasional dan wisatawan,
sedangkan Jokowi bergulat dengan Ibu Kota yang luas yang sudah membesar
dengan sendirinya.
James juga mengutip ucapan Jokowi mengenai masalah Ibu Kota. "Masalah
utama kami sekarang adalah kebutuhan dasar manusia, banjir, kemacetan
lalu lintas, dan adanya kesenjangan antara kaya dan si miskin di Jakarta
yang sangat luas," ujar Jokowi sebelum berangkat untuk shalat Jumat.
James menggambarkan Jokowi sebagai pria yang kurus dengan tatapan
mata yang dalam, senang humor, dan suka melucu. "Saya beruntung bisa
berbicara dengannya," ujar James.







0 komentar:
Posting Komentar